Preloader

Sejarah & Selayang Pandang

  • Home
  • Sejarah & Selayang Pandang

Sejarah & Selayang Pandang

Papua sebagai salah satu wilayah yang terkaya di Indonesia dalam hal sumber daya alam sudah menjadi pengetahuan umum. Jumlah penduduknya pun sangat sedikit. Tetapi, hingga kini ke-6 Provinsi di Papua masih menjadi wilayah dengan Indeks Pembangunan Manusia terendah dan daerah-daerah dengan kemiskinan tertinggi di Indonesia. Seolah-olah kekayaan alam yang dimilikinya tidak berkontribusi apa-apa bagi keberhasilan pembangunan manusia di Papua – khususnya kesejahteraan orang asli Papua.

Pada awal tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kembali merilis data-data pendidikan daerah di seluruh Indonesia. Tabel berikut ini merangkum sebagian dari data tersebut.

Sumber: Neraca Pendidikan Daerah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (https://referensi.data.kemendikdasmen.go.id/npd_online/). APM: Angka Partisipasi Murni. Tdk Bersklh: Tidak Bersekolah

Sekolah Sepanjang Hari (SSH): Inovasi Untuk Mewujudkan Pendidikan Bermutu di Kampung-kampung

Untuk memberikan pelayanan pendidikan dasar yang bermutu, bekerjasama dengan Universitas Papua, sejak tahun 2023, pemerintah Kabupaten Sorong Selatan, kemudian pemerintah Kabupaten Maybrat dan Jayawijaya (2024), dan kabupaten-kabupaten di Provinsi Papua Tengah (2025) telah memulai program Sekolah Sepanjang Hari (SSH).

Untuk memberikan pelayanan pendidikan dasar yang bermutu, bekerjasama dengan Universitas Papua, sejak tahun 2023, pemerintah Kabupaten Sorong Selatan, kemudian pemerintah Kabupaten Maybrat dan Jayawijaya (2024), dan kabupaten-kabupaten di Provinsi Papua Tengah (2025) telah memulai program Sekolah Sepanjang Hari (SSH).

SSH menyediakan sarapan, makan siang, dan kudapan bergizi sehingga anak dapat belajar dengan fokus dan tumbuh lebih sehat. Kegiatan dimulai dan ditutup dengan doa atau kebaktian singkat untuk membina spiritualitas dan kebiasaan positif. Pembelajaran berlangsung di dalam dan di luar kelas, diperkaya dengan enam literasi pemerintah—membaca-menulis, matematika, sains, digital, finansial, serta kewargaan dan kebudayaan.

Selain guru reguler, ditempatkan sedikitnya enam guru pendamping di setiap SD. Mereka membantu proses belajar-mengajar dan mendukung perkembangan anak setiap hari. Mereka juga bekerja dengan para ibu kampung untuk menyiapkan makanan bergizi tiga kali sehari, sehingga sekolah menjadi ruang aman, sehat, dan kolaboratif bagi tumbuh-kembang anak Papua.

Pengembangan SSH ke Depan

Wilayah Papua Tengah memiliki 3.771 SD. Sebagian besar terletak di kampung- kampung yang terpencil. SSH adalah pintu masuk pembangunan masyarakat di semua kampung, dimulai dari sektor pendidikan. Dalam waktu beberapa tahun ke depan, keberadaan SSH akan memungkinkan didirikannya SMP dan SMA/SMK ‘kecil’, sehingga setiap anak Papua Tengah bisa menyelesaikan pendidikan sampai tingkat Sekolah Menengah. Selain itu, dengan adanya SSH, maka PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) bagi orang-orang dewasa dapat pula dilaksanakan dengan baik. Dengan demikian, amanat Pasal 28C dan Pasal 31 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945, serta Pasal 56 ayat (3) Undang-Undang Otonomi Khusus Papua dapat diwujudnyatakan.

Yang tidak kalah penting adalah bahwa SSH sesungguhnya merupakan pintu masuk pembangunan kampung-kampung di Papua. Dengan adanya pembangunan infrastruktur dasar seperti air bersih, listrik, dan internet, pada gilirannya akan menggerakkan sektor kesehatan dan ekonomi. Kader kesehatan dapat mengakses informasi medis dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di kota, sementara masyarakat memperoleh akses pengetahuan dan jaringan pasar untuk mengembangkan usaha mereka. Pendidikan, kesehatan, dan ekonomi pun bergerak secara terpadu dalam satu ekosistem pembangunan berbasis kampung.

Pada akhirnya, SSH bukan sekadar kebijakan pendidikan, melainkan strategi pembangunan manusia Papua secara menyeluruh. Ketika sekolah hadir sepanjang hari dan ditopang oleh infrastruktur yang memadai, kampung-kampung di Papua memiliki fondasi kuat untuk melahirkan generasi yang sehat, terdidik, produktif, dan berdaya saing. Dari kampung-kampung inilah masa depan Papua yang lebih maju, adil, dan bermartabat dapat dibangun secara berkelanjutan.

Share

Artikel Terbaru

Kontak Kami Whatsapp